Selasa, 24 Mei 2022

SISA-SISA GESANG" MERAWAT PENYAIR DARI GERSANG oleh Khalid Alrasyid

 "SISA-SISA GESANG" MERAWAT PENYAIR DARI GERSANG

Antologi "Sisa-Sisa Gesang" adalah sebuah penghormatan yang luar biasa dari Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia untuk merawat puisi. Lebih-lebih antologi ini wabil khusus untuk penyair senior yang sudah tidak diragukan lagi keberadaanya. Ini semacam zikir penyair sepuh untuk kita ikuti kepenyairannya, serta ajang silaturahmi para penyair senior yang lama bersemedi. Harapannya agar para penyair yang berusia di atas 60 tahun tetap menjadi lentera yang terus menyala serta guyub dalam berkarya, sebagaimana ruh yang dititipkan ke kita.

RgBagus Warsono  seakan tidak pernah kehilangan ide untuk terus menjadikan puisi semakin digandrungi di zaman digital, di mana banyak sastra maya bertebaran tanpa kejelasan. Apa yang dilakukan RgBagus Warsono  merupakan bentuk agar nyawa puisi semakin panjang, karena siapapun yang mencintai puisi punya peran untuk membersamai puisi sampai jauh ke masa depan. Seperti biji yang bertumbuh menjadi sebuah pohon, dimana ranting-ranting dan daun-daun meneduhkan, Lumbung Puisi menjadi tempat yang nyaman untuk kita merebah riuhkan puisi tanpa cekam.

Khalid Alrasyid 

Prajurit penikmat dan pecinta puisi




Label:

Sisa Sisa Gesang, Sebuah Upaya Mengukir Prasasti dari Bait-Bait Puisi. Oleh : Heru Patria

 Sisa Sisa Gesang, 

Sebuah Upaya Mengukir Prasasti dari Bait-Bait Puisi. 

Oleh : Heru Patria 

Di saat banyak orang bingung mengisi hari tuanya dengan sebuah kegiatan yang diharap cukup memiliki makna baik untuk diri sendiri, anak cucu, maupun sesama, Bapak RgBagus Warsono justru menggelontorkan ide pengumpulan karya puisi bagi penyair yang sudah memasuki usia 60 tahun lebih. 

Tentu hal ini merupakan sesuatu yang istimewa. Sesuai pepatah, harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, maka di sisa sisa usia para penyair kembali dipompakan semangat untuk tetap berkarya. Sungguh sebuah upaya brillian untuk menjaga eksistensi dari para kakek atau nenek di sela kesibukan menimang cucu. 

Bisa jadi, meskipun karya puisi itu nanti tidak diterbitkan dan hanya dijadikan semacam dokumentasi, tapi akan menjadi sebuah warisan yang besar maknanya untuk anak cucu para khususnya dan untuk penyair generasi-generasi selanjutnya. Hal ini bisa menjadi sebuah prasasti yang akan mengabadikan nama dan karya para penulisnya. 

Saya yakin, akan ada banyak puisi berisi tentang pahit getir kehidupan, bahkan juga wejangan-wejangan untuk generasi mendatang yang bisa dipetik dari karya penyair 60+ ini. Karya mereka akan bisa menjadi cerminan sekaligus tonggak pengingat bahwa mereka pernah ada dan berjaya pada masanya. 

Dan tidak menutup kemungkinan pendokumentasian puisi para penyair usia lanjut ini juga akan menjadi semacam reuni kesusastraan sebagai bentuk masih adanya rasa kebersamaan antar penulis kawakan. 

Menurut hemat saya, mengisi sisa-sisa umur dengan berkarya semacam ini justru bisa menjadi terapi agar para penyair usia 60+ tetap sehat dan terus mampu menatap dunia lewat deretan kata-kata. 

Banyak orang mengatakan bahwa menulis bisa menjadi terapi jiwa. Itu artinya dengan tetap mengajak penyair 60+ untuk terus berkarya, akan menjadi terapi bagi mereka untuk tetap sehat, optimis, kreatif, dan produktif. 

Berkarya sepanjang hayat akan menjadi sebuah prasasti, pencatat jejak-jejak kreatifitas yang sangat layak untuk diapresiasi. 

Dengan terus berkarya di usia senja, akan menumbuhkan rasa syukur terhadap usia yang sudah dijalani. Banggalah mereka yang sudah merasa tua karena berarti mereka pernah muda, sementara banyak orang muda yang belum tentu bisa sampai tua. 

Ibarat kata, tua-tua keladi, makin tua makin cinta pada puisi. 

Tentu prasasti karya para penyair Sisa Sisa Gesang ini akan menjadi sebuah warisan tak ternilai untuk generasi sekarang maupun generasi nanti. Hanya doa doa terbaik yang bisa saya persembahkan semoga semuanya senantiasa sehat, tetap berkarya, dan menebar manfaat. 

Sisa Sisa Gesang akan mengukir nama para penulisnya menjadi bagian dari pegiat dunia sajak yang tak terlupakan. 

Salam literasi Indonesia

Blitar, 24 Mei 2022.



Label:

Jumat, 20 Mei 2022

Kelas Bawah Belum Tentu di Bawah

 Ternyata di atas lantai dasar ada lantai satu di atasnya lagi ada lantai dua dan seterusnya.

Lantai dasar atau atas hanya sarana lokasi, sedang orangnya tetap sama.

Apakah orang-orang yg berada di lantai atas itu kulitnya bersih dan cantik? Tidak.

Adalah Mbak Pur, meski ia seorang juru masak dan berada di lantai dasar adalah orang dapur sekaligus karyawan hotel yang tercantum di hotel ternama di Bogor.

Mbak Pur ternyata berkulit putih bersih, tinggi semampai, berpakaian rapih menarik dan sangat mempesona, padahal ia berada di lantai dasar hotel itu, ya dia berada di dapur!

Ia bukan juru masak atau koki kelas satu, tetapi kepala urusan dapur, yg mengatur dari belanja bahan dapur hingga penyajiannya di meja makan. 

Dan jangan salah setiap saat hotel kedatangan tamu negara dari luar negeri, Mbak Pur bertindak sebagai penjamin makan tamu tamu negara.

(rg bagus warsono)

Label:

Proses Berkesenian

 Ketika itu aku mengamen dari rumah ke rumah di kota lain, bukan tidak dapat uang, tetapi ada ditemukan pemikiran baru saat mengamen. Maka kujual gitar kecilku untuk ongkos pulang dan makan. Pemikiran baru disaat malakukan kegiatan seni itu adalah sebuah proses berkesenian. Yaitu terdiri dari aktifitas, sebab dan akibat atas aktifitas itu, evaluasi dan pengambilan keputusan. Sehingga menjadi pengalaman pribadi hingga saat ini. Itulah yang sebut proses berkesenian termasuk proses sebagai penyair.

Label:

Kamis, 12 Mei 2022

Bagaimana Tentang Jumlah Peserta Antologi Bersama oleh Rg Bagus Warsono

Antologi bersama semakin banyak peserta juga tidak semakin menguntungkan buat peserta. Pertimbangan-pertimbangan itu adalah:

a) Penyair menganggap puisi yang bagus adalah puisi seseorang yang dikaguminya dan puisi karya sendiri. Jangankan masyarakat pembaca, penyair dalam antologi bersama itu juga pilih pilih membaca puisi dari antologinya sendiri. 

b) Tiap Penyair itu butuh popularitas, judul antologi yg bersifat umum kurang menggelitik dibanding pilihan lain antologi tunggal atau antologi bersama dengan judul menarik.

c) Antologi bersama jelas memberi kebersamaan, mengangkat nama penyair begitu banyak adalah beban buku itu sendiri.

Contoh Penulis melihat buku Antologi Bersama Kartini th 2012 berhasil mengangkat semua nama penulisnya yang kini mapan sebagai perempuan penyair nasional. Karena memenuhi idealnya antologi bersama baik isi (mutu), tujuan, sasaran, dan siapa2 penulisnya terseleksi dengan baik.

d) Anggapan jumlah peserta banyak adalah anggapan bahwa buku itu kelak dibaca orang banyak memang benar sebab setiap peserta akan membaca puisi tulisannya dan juga menunjukan puisinya yang terdapat dalam buku itu  pada orang lain. Tetapi kerugian yang besar bagi puisi-puisi bermutu tinggi "disejajarkan" dengan puisi bermutu standar dan masih belajar atau mungkin juga sanduran.

Dari keempat uraian awal itu, kita berharap antologi bersama mampu untuk menjawab tantangan kesusastraan kita pada masyarakat sebab kemajuan kesusastraan itu tak lepas dari pembaca, kritikus, penyedia layanan baca, dan penerbitan serta stake holder pendukung lainnya. (Bersambung, rg bagus warsono)


Label:

Senin, 09 Mei 2022

SEDEKAH PUISI , PUISI SEDEKAH Oleh :Yoffie Cahya

 SEDEKAH PUISI , PUISI SEDEKAH

Oleh :Yoffie Cahya



Ketika kita memberikan bantuan kepada pihak atau orang lain berupa uang ( materi ) dalam agama

Islam disebut sedekah

Sedekah yang diberikan dengan tulus dan ikhlas apalagi di bulan Ramadan sangat disukai Allah

sehingga pahalanya berlipat ganda

Adalah para penyair dengan kecintaannya dalam menulis puisi selalu ingin memberikan atau

mempersembahkannya kepada kita sebagai pembaca dengan ikhlas tanpa pamrih ( terlepas dari

motivasi ingin mendapatkan honor dari redaksi media yang memuat karyanya ). Bagi mereka yang

penting terus berkarya, mendaki ke puncak kreativitas atau meraih kesuksesan sehingga namanya

menjadi besar dan terkenal. Mungkin satu -satunya “ imbalan” bagi mereka adalah kepuasan batin

yang mereka rasakan setelah karyanya dimuat atau dipublikasikan.

Dengan mengerahkan segenap usaha dan kemampuannya, para penyair memberi kita sesuatu yang

mungkin lebih berharga ketimbang sedekah berupa materi ( uang ). Di balik kreativitasnya dalam

mengolah kata dan rasa, kapasitas wawasan dan pengetahuannya dalam banyak hal , penyair sering

kali mengajak kita untuk menjadi orang “ lurus” , memberi kita pesan – pesan moral , hal – hal yang

hakiki dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di balik keindahan puisinya sebagai karya seni.

Semua itu dilakukan para penyair dengan tulus dan ikhlas. Maka dalam konteks ini, istilah “ sedekah

puisi” yang dilakukan para penyair “ sudah ada” sejak para penyair dan puisi itu sendiri ada ( kalau

memang mau menggunakan istilah sedekah ).

Adalah Rg.Bagus Warsono yang “menggali” istilah sedekah puisi mencuat ke permukaan karena

terinspirasi dengan datangnya bulan Ramadan , mengharapkan dan menyulut semangat para

penyair untuk menulis puisi di bulan Ramadan sebagai sedekah melanjutkan rutinitas keberadaan

Tadarus Puisi. Dengan tema sedekah puisi diharapkan penyair menulis dengan ikhlas sebagai

sedekah yang tentu saja insya Allah mendapat pahala yang berlipat ganda.

Sastrawan – sastrawan terkenal sering kali disebut telah memberikan sumbangsih yang besar

terhadap bangsa dan negaranya juga terhadap kesusastraan dunia. Dalam hal ini bisa dikatakan

bahwa kata sumbangsih secara hakiki pengertiannya sangat identik dengan kata sedekah

Demikianlah, dengan tema sedekah puisi diharapkan para penyair dapat menulis dengan “pas”,

sesuai dengan situasi dan kondisi bulan Ramadan. Dan sebagaimana diucapkan oleh Rg Bagus

Warsono, tulisan ini juga dimaksudkan hanya sekadar mendukung tema Tadarus Puisi dalam antologi

puisi bulan Ramadan tahun ini.

Akhirnya saya menyampaikan salut kepada Rg Bagus Warsono atas ide – idenya yang selalu inovatif

meski pun terkesan “ nyeleneh” dan selamat berkarya kepada para penyair yang tergabung dalam

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, semoga kesuksesan selalu menyertai kita. Aamiin YRA..

Kadipaten, 15 Ramadan 1443 H.






Label:

Tentang Sedekah Puisi (Bukan sebuah Esai) oleh R Boedi Boediman

 Tentang Sedekah Puisi (Bukan sebuah Esai) 

oleh R Boedi Boediman


Ada yang tak biasa di puasa ramadhan kali ini, seseorang di minta untuk bersedekah tapi bukan dengan uang, rumah, mobil atau apalah yang bisa di jadikan lahan ibadah, sebagai tabungan masa depan akhirat kelak.

Dialah Om Rg. Bagus Warsono, seorang modernisasi yang menciptakan sedekah dalam bentuk puisi. Asyik khan? Pasti asyik lah. Wong siapa saja jadi bisa bersedekah.

Puisi bagiku adalah imajinasi, intuisi yang selalu menjadi rahasia bahkan renungan diri. Jadi ketika kita bersedekah, selain bisa memberi, kita bisa merenungkan apasaja yang harus kita lakukan untuk sebuah kebaikan. 

Hidup ini ternyata simple, tak serumit membuat kembali lurus benang jahit yang kusut. Tak serumit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Tak serumit mencari cinta dalam bayangan sendiri.

Akhirnya bagiku sedekah puisi adalah ladang ibadah paling relevan dalam mengisi bulan suci ramadhan. Amaziiing, Kebaikan itu bisa datang darimana saja, dan berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan. 

rbm-Garut 14/04/2022













Label:

SEDEKAH PUISI,EMPATI PLUS SIMPATI Oleh:Ence Sumirat

 SEDEKAH PUISI,EMPATI PLUS SIMPATI

Oleh:Ence Sumirat


        Sedekah yang identik dengan pemberian sesuatu berupa wujud materi itulah yang selama ini kita bayangkan, namun dalam tulisan kali ini saya akan sedikit mengelaborasi sedekah nirmateri namun substansinya tak kalah dari sedekah berupa yang kasat mata. 

      Adalah mas Rg. RgBagus Warsono,kuncen alias pemegang kunci lumbung puisi sastrawan Indonesia yang punya gagasan briliant ditengah bulan Ramadan yang notabene bulan obral pahala menggulirkan idenya untuk membuat sebuah antologi puisi yang temanya sekitar nuansa Ramadan sekaligus juga merupakan sebuah sedekah puisi yang diberikan para penyair kepada khalayak pembaca. 

       Signifikansi sedekah puisi disini diharapkan upaya penulisan puisi dari para penyair dengan segala bahasa rasanya dapat memberikan katarsis atau pencerahan kepada para pembaca sehingga dapat timbul empati, rasa merasakan suasana jiwa orang lain sehingga timbul simpati. Dalam konteks ini sedekah puisi bisa memberikan pencerahan jiwa kepada pembacanya sehingga pada akhirnya penikmat puisi tergugah rasanya atau berempati hingga ia bergerak untuk melakukan sesuatu sebagai wujud simpatinya atas yang ia rasakan. Dan pada akhirnya konsep sedekah puisi bukanlah sekadar slogan tanpa makna tapi sebaliknya sebuah terobosan ide gila yang bisa merubah mindset dan jiwa seseorang untuk lebih merasakan perasaan atau kesengsaraan orang lain hingga tumbuh simpati untuk menyantuni sesama. 

       Sedekah puisi ini semoga tak berhenti di bulan Ramadan saja tapi kontinyu di bulan selanjutnya yang Insya Allah bisa memberikan empati dan simpati bagi kita semua dalam hidup bersama. 

     Salam puitis signifikan..! 

Cianjur 13 April 2022



Label:

SEDEKAH PUISI, SEJATINYA SEDEKAH Oleh Wawan Hamzah Arfan

 SEDEKAH PUISI, SEJATINYA SEDEKAH

Oleh Wawan Hamzah Arfan


Sebuah inovasi cerdas yang digagas RgBagus Warsono dalam menyambut bulan Suci Ramadhan dengan mengambil tema Sedekah Puisi untuk sebuah antologi bersama. Karena tema yang diambil sangat unik, yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Mengapa harus Sedekah Puisi? Di sinilah kekhasan RgBagus Warsono dalam meluncurkan gagasan sebagai  ide liar atau saya sering mengatakan sebagai ide gila. Dan saya harus mengakui bahwa setiap gagasan yang diluncurkan Kurator Lumbung Puisi ini, selalu mendapat respon yang positif. 

Memang, ada benarnya juga,  jika ada pendapat yang mengatakan bahwa sebuah  karya (apakah itu seni) akan berhasil  harus berani tampil beda, atau mengejutkan yang belum pernah dibuat orang lain. Atas dasar itu, saya menyimpulkan jika sedekah puisi tampak sebagai sedekah yang tidak lazim. Karena umumnya orang bersedekah selalu dalam bentuk materi, seperti harta ataupun berupa makanan. Tetapi sedekah yang satu ini adalah sedekah puisi. Pertanyaannya, apa yang bisa disedekahkan dengan puisi? 

Sungguh luar biasa gagasan RgBagus Warsono, karena saya pun dibuat tercengang. Namun ketercengangan itu terjawab juga ketika saya ikuti jalan pemikirannya. Saya jadi teringat pepatah yang sering dilontarkan para ulama, "sampaikan walau satu ayat". Artinya, walau hanya satu kata kita menyampaikan sesuatu yang bermanfaat, apa itu teguran atau mengingatkan seseorang,  berati kita sudah beramal. Termasuk dalam menyampaikan sesuatu yang berarti dalam bentuk puisi, juga bisa dikatakan sebagai sedekah. Hanya saja sedekah puisi adalah sedekah tanpa pamrih yang juga terlepas dari unsur ria. Mungkin sedekah puisi bisa dikatakan sebagai sejatinya sedekah. Karena tidak sedikit orang bersedekah dalam bentuk materi biasanya karena ada tuntutan tertentu atau mengharapkan sesuatu yang bersifat ria, termasuk ingin dikatakan baik. Dengan sedekah puisi, kita sudah berbuat baik, dari pada kita tidak pernah bersedekah apa-apa. 

Cirebon, 12 April 2022









Label:

KEYAKINAN TENTANG SEDEKAH PUISI, oleh Yus Harris

 KEYAKINAN TENTANG SEDEKAH PUISI, 

oleh Yus Harris


Sedekah adalah pemberian seorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun, sedekah mencakup segala amal, atau perbuatan baik.

Saya meyakini bahwa Sedekah Puisi juga merupakan bagian dari sedekah yang berbentuk bukan materi yang memiliki manfaat luar biasa bagi sesama. Apalagi jika sedekah puisi diberikan secara ikhlas kepada sesama untuk tujuan yang mulia terutama di bulan Ramadhan ini sebagi bulan yang penuh dengan kemuliaan dan ampunan.

Sedekah Puisi  yang diniati amal ibadah yang baik akan mendatangan berkah dan ampunan.

"Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).

Sedekah dapat memudahkan kita dalam menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW pernah bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api. (HR. At-Tirmidzi).

Saya meyakini bahwa dengan bersedekah puisi maka penyairnya akan diberikan pahala yang setimpal dari Allah Swt, bahkan mungkin akan dilipat gandakan. Hal ini seperti janji Allah yang termaktub dalam surat Saba “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Puisi adalah karya sastra yang ditulis seorang penyair yang merupakan ungkapan perasaan, batin / jiwa dalam dimensi ruang dan waktu yang tidak terbatas dan tidak berbatas. Puisi itu merupakan segala sesuatu yang dilihat, dirasakan atau didengarnya sebagai proses komunikasi dan imajinasi dengan alam sekitar maupun diri sendiri yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta memiliki struktur batin dan fisik khas penyair. In syaa Allah Puisi merupakan hasil karya, rasa dan karsa yang pantas untuk dipersembahkn sebagai sedekah pada orang lain / sesama manusia.

Begitu banyak nikmat Allah dalam bersedekah, semoga kita ( baca; penyair) termasuk orang orang yang diringankan dalam bersedekah, termasuk dalam ber Sedekah Puisi. Karena puisi adalah suatu amal perbuatan baik berupa non materi yang bisa memberikan rasa damai, rasa sejuk, bahagia, tenang, memberikan  rasa cinta dan kepekaan hati nurani kepada sesama dan kedekatan yang hakiki kepada Allah Swt Sang pencipta alam semesta dan isinya. Semoga dengan berdekah puisi Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, rejeki serta pahala dan diampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

(2022, yusharris Jombang)







Label:

SEDEKAH ITU INDAH oleh Merawati May

 


SEDEKAH ITU INDAH

oleh Merawati May


Di saat aku membaca status mas RgBagus Warsono tentang sedekah puisi, ada satu hal terlintas di benakku

Yaitu tentang kata sedekah.

Bersedekahlah kamu sebatas kamu bisa karena bersedekah lebih mulia dari meminta.

Dengan motto ini aku memaknai begitu indahnya bersedekah.

Karena Allah sangat mencintai orang-orang yang bersedekah.

Namun ingat bersedekah bukan hanya dengan harta semata, sebab bersedekah itu banyak cara asal kita mau melakukannya.

Salah satunya kita bisa bersedekah dengan senyuman, tenaga, doa dan utama puisi.

Sebab dengan berpuisi kita bisa berimajinasi tentang banyak hal dan bisa menjelajah dunia dengan cara menulis

Tentu tidak susah bukan?

Ayo sahabat hatiku mari kita bersedekah melalui dahwah berpuisi

Sebab puisi adalah cermin diri dari jiwa kita sendiri.

Perbanyaklah amalmu dengan sedekah meski hanya sebesar biji zahara.

Bengkulu, 11 April 2022









Label:

TANGAN DI ATAS KERTAS LEBIH BAIK : SEDEKAH PUISI, oleh Erndra Achaer

 


TANGAN DI ATAS KERTAS LEBIH BAIK

: SEDEKAH PUISI, 

oleh Erndra Achaer


Apa yang terbayang, ketika mendengar kata sedekah?

Ayo, jawab jujur. Kebanyakan membayangkan sesuatu dalam bentuk materi. Entah uang atau barang. Iya, kan?

Hingga merasa berat untuk melakukannya. Dengan pertimbangan kondisi. Lama berpikirnya. Duh, masih harus ini, masih butuh itu, banyak yang harus dilunasi, belum urusan anak, belum ini, belum itu. Mending cukup, ini mah nombok.

Panjang nian keluh-kesahnya. Jika ditulis kisah bersambung, mungkin melebihi kisah cintanya Bapak RgBagus Warsono  yang kata beliau jika dijadikan novel bisa setebal tembok bendungan itu. Jauh di atas "Ketapel" Bapak Wardjito Soeharso yang lagi trending topic.

Padahal kita tahu, wujud sedekah itu tidaklah harus materi. Ada banyak hal yang bisa kita sedekahkan. Bukan berdasar kondisi ya .... Itu sudah umum. Takarannya masih materi. Tak usahlah begitu. Nanti tak akan sampai kita bersedekah. Karena jika menurut kita tak ada lebihnya meski materi yang tersedia jika ditulis angka cukup besar, ya tetap merasa tak mampu bersedekah.

Maka, kita lihat dari sisi niat dan ikhlas saja. Lebih mudah dan cepat sampai. Jika belum ada ikhlas, apa lagi niat membagikan materi dikarenakan kondisi menurut hitungan kita sendiri itu, cobalah tengok ke hal lain. Apa yang bisa kita bisa lakukan tanpa merasa terbebani, atau malah merasa rugi?

Contoh gampangnya, senyum, sapaan ramah. Semua orang bisa tersenyum, diminta atau tidak. Mudah, murah. Tinggal tarik bibir ke samping, ekspresikan kegembiraan. Tak perlu bayar, tak perlu harus keluar barang. Efeknya bisa luar biasa. Sudah bisa menciptakan hal istimewa bagi orang lain. Walaupun kenyataan banyak orang masih pelit senyum. Kembali lagi pada takaran ikhlas tadi, tentunya. Meski hanya senyum, pun dirasa berat sekali layaknya bibir rekat oleh isolatif.

Baiklah jika senyum pun masih belum bisa kita lakukan. Masih ada cara lain. Apa itu?

Ikut lumbung donk .... Ngapain? Sudah tahu kan ada sedekah puisi?

Ini hal yang paling ringan kurasa. Masa iya sih setiap hari kita menulis di dinding FB, di banyak halaman grup sastra, di semua jalur sosmed tanpa tepikir merugi itu, kali ini harus enggan hanya karena ada kata sedekah?

Pastinya jawabnya, tidak. Rewardnya istimewa. Dokumentasi khusus dalam bentuk antologi bersama. Boleh dipesan boleh tidak, ikhlas saja. Namanya juga sedekah. Asyik, kan?

Naah .... Orang bilang memberi lebih baik daripada meminta. Jadi, siapa menyangkal "tangan di atas kertas (baca: di atas HP/laptop) lebih baik" daripada di atas bantal/guling dengan bermacam alasan terkait puasa di Ramadan? Tunggu apalagi, yuk kita sedekah puisi di Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia!

Salam puisi, dari inyong.

Erndra Achaer cah Purbalingga, nyempil di Bogor. (09/04/2022)






Label:

SEDEKAH PUISI oleh Heru Patria

 SEDEKAH PUISI

oleh Heru Patria


Mendengar kata sedekah, sudah pasti sebagian besar orang pasti langsung berpikir tentang uang atau bentuk materi lainnya. Namun tidaklah demikian yang ada di grup Lumbung Puisi Sastra. Di kalangan para penyair yang dikomandani mas RgBagus Warsono kata sedekah menjadi suatu hal yang bermakna luas. 

Sedekah Puisi, sebagian besar orang pasti merasa tergelitik membaca hal ini. Bahkan besar kemungkinan akan ada banyak orang yang menganggap apakah hal seperti itu akan ada manfaatnya. Mengingat, di tengah gonjang-ganjing mahalnya harga minyak goreng dan naiknya harga BBM di bulan puasa, puisi tentu cuma dilirik sekikas saja.

Tapi tenang bestie, Tuhan itu Maha Sederhana. Seperti yang orang bilang senyum pun bisa menjadi sedekah, termasuk bait-bait puisi. Memang secara fisik puisi tak bisa memberikan sesuatu yang bisa langsung dirasakan. Namun secara psikis, puisi mampu memberikan ketenangan batin bagi orang yang bisa menikmatinya. 

Puisi bukan sekadar larik-larik rima dan diksi, tapi juga bisa menyampaikan ajakan, himbauan, serta tuntunan untuk mengagungkan nama Tuhan. Puisi bisa menjadi sarana berbagi kebaikan yang mengajak umat untuk dekat dengan Tuhan dan berbuat baik dengan sesama tanpa membedakan. 

Tentu ide brilian tentang berbagi puisi ini bisa membuka wacana baru bahwa berbagi bukan hanya tentang materi. Bahkan jika dinalar secara mendalam, dengan berbagi puisi nilai kebersamaannya justru semakin luas karena puisi bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja.

Misalkan kalau kita berbagi takjil, sembako, uang, atau benda-benda lainnya, bisa jadi semua itu akan habis sekali pakai. Setelahnya tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan. Tapi dengan puisi, semangat berbaginya bisa terus menerus dilakukan secara estafet sampai ke seluruh penjuru dunia. Terlebih di jaman digital seperti sekarang ini.

Untuk itu, semoga semangat sedekah puisi ini bisa menjadi ajang berkreasi dan berinovasi bagi para penyair sekaligus sebagai sarana berburu pahala dan amal. 

Salam puisi dari Bumi Bung Karno. 

Blitar, 6 April 2022









Label:

SEDEKAH PUISI oleh Dyah Nkusumah

 SEDEKAH PUISI

oleh Dyah Nkusumah


Kata Sedekah Puisi. Adakah ini pilihan diksi biasa? Iya tampaknya. Tapi, dari sudut pandang saya ini ada makna tersirat yang amboi.

Kata sedekah puisi pilihan Bpk RgBagus Warsono istimewa. Kenapa? Sebenarnya ini mendongkrak nilai, dari sebuah karya.

Kok bisa mendongkrak? Iya!

Kenapa? Ya karena sesuatu yang DISEDEKAHKAN tentulah sesuatu yang layak.

Bukan sesuatu yang kurang memenuhi sebuah nilai kepantasan.

Jadi di dalam pilihan kata SEDEKAH PUISI, memberi motivasi, kepercayaan lebih kepada penulis (penyair) bahwa karyanya itu LAYAK, untuk sebuah ibadah mulia SEDEKAH.

Lalu benarkah, bisa bersedekah dengan PUISI? 

Bisa Dong. Karena sedekah bisa berupa harta dan non harta. Ilmu yang bermanfaat pun bisa mendatangkan pahala bukan?

Memang kadar ilmu kita pun berbeda-beda. Kapasitas satu dan lain orang (penyair) pun tidak sama. 

Tapi, gak mungkin kan seorang penulis tanpa niat mempersembahkan karya terbaiknya?

Niat ingin memberi yang terbaik. (Sesuai kemampuan tentunya). Menuang daya intelektualitasnya, menyuguhkan sudut pandangnya, dari pengalaman diri, maupun kehidupan sekitar, yang tertuang dalam gores PUISI dengan menyisipkan makna, pesan dan harapan. Maka istilah SEDEKAH PUISI, adalah angin segar, menambah citra sebuah karya.

Dan, semoga karya-karya puisi yang telah diniatkan untuk sedekah, akan berhasil mengemban misi kebaikan, bermanfaat, menginspirasi, mencerahkan, menghibur, atau esensi-esensi kebaikan lainnya.

Semoga Pembaca nantinya akan berkenan, terhadap karya-karya Puisi yang disedekahkan.

Begitukah kira-kira? Iya atau tidak?

Hehehe, jawabnya kita tanya pada kerlip bintang.

Semakin banyak sudut pandang, semakin ramai kancah PERPUISIAN. 

Salam.

Sampit, 08 04 2922, DNK






Label:

SEDEKAH YANG SEDERHANA oleh Khalid Al Rasyid

 SEDEKAH YANG SEDERHANA

oleh Khalid Al Rasyid


Sedekah adalah pemberian seorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah ada yang berwujud materi, misal makanan, uang, dan lain sebagainya. Ada juga sedekah non materi seperti memberikan ilmu yang dimiliki, tenaga, bahkan hanya dengan sebuah senyuman. 

Lalu bagaimana dengan Sedekah Puisi yang digagas RgBagus Warsono  sebagai Jenderal LUMBUNG PUISI SASTRAWAN INDONESIA  IX 2021. Pastinya mencakup semua dari sedekah non materi. Tentu ini mempunyai nilai lebih dan keunikan sendiri.

Sedekah puisi termasuk dalam sedekah jariyah, kenapa demikian? karena dengan tadarus puisi, maka orang yang membaca secara tidak langsung mendapatkan ilmu baru serta jadi ladang pahala bagi penulisnya.

Dari segi tenaga, penulis dan pembaca sama-sama mengeluarkan tenaga artinya sama-sama bersedekah tenaga yang lagi-lagi pahala yang akan kita dapat.

Dari segi senyuman, tidak hanya melakukan sedekah, kita juga dapat memberikan kebahagian kepada seseorang melalui senyuman. Penulis tersenyum puas karena karyanya dimuat, pembaca juga puas dapat membaca puisi dengan berbagai ragam gaya bahasa. Jadi, tidak ada lagi alasan kita untuk tidak bersedekah. Jangan khawatir jika tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, kita bisa berSedekah Puisi.

Gagak

Mojokerto, 060404




Label: