Jumat, 05 Desember 2025

Bencana Pemimpin Amplop bagi Warga Amplop, Eko Windarto

 Bencana Pemimpin Amplop bagi Warga Amplop

Di tanah negeri yang lapang dan subur

Berkeliaran bayang-bayang pemimpin berbalut amplop

Janji terbungkus kertas, namun hati terbungkuk nafsu

Menjanjikan surga, tapi menciptakan jurang berduri

Pemimpin amplop, sang penguasa saku

Membagi-bagikan simalakama dalam kemasan manis

Warga amplop, menerima amplop

Mereka terjebak dalam lingkaran demokrasi amplop

Amplop, simbol kecil bertampang tak bersalah

Namun barangkali lebih racun daripada racun itu sendiri

Mengkotori ruang kejujuran dengan noda korupsi,

Menggantikan cita dengan batu kerikil pengkhianatan

Warga amplop, mereka menari dalam irama yang dipaksa

Mengganti martabat dengan potong-potong keberpihakan

Menyambut derai janji di balik kertas tipis

Padahal yang dicari sejatinya bukanlah amplop, tapi keadilan

Bencana ini bukan gempa yang mengguncang bumi

Bukan pula banjir yang menenggelamkan desa

Namun bencana yang meracuni jiwa, menenggelamkan asa

Menjadikan bangsa seolah kabur dari cermin dirinya sendiri

Apa arti pemimpin bila hatinya terkunci oleh amplop?

Apa nilai warga bila suara hanya diperdagangkan?

Ketika kepercayaan berubah jadi komoditas murahan

Kala harapan sirna, dan masa depan semakin suram

Namun, di tengah gulita, ada cahaya yang menunggu

Warga amplop yang sadar dan ingin lebih dari janji kosong

Pemimpin yang memilih tegak dengan nurani, bukan amplop

Membangun negeri dengan tangan bersih dan hati tulus

Mari bangun kesadaran dalam setiap genggaman tangan

Tinggalkan amplop sebagai simbol yang usang dan hina

Karena sejatinya, kekuatan sebuah bangsa besar

Bermula dari pemimpin dan warga yang jujur dan berintegritas

Bencana pemimpin amplop hanyalah bab kelam

Jika kita berani buka lembaran baru yang terang

Bersama kita ciptakan negeri tanpa amplop

Di mana keadilan dan harapan tumbuh tanpa batas.

Batu, 5122025

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda