Senin, 09 Mei 2022

SEDEKAH PUISI , PUISI SEDEKAH Oleh :Yoffie Cahya

 SEDEKAH PUISI , PUISI SEDEKAH

Oleh :Yoffie Cahya



Ketika kita memberikan bantuan kepada pihak atau orang lain berupa uang ( materi ) dalam agama

Islam disebut sedekah

Sedekah yang diberikan dengan tulus dan ikhlas apalagi di bulan Ramadan sangat disukai Allah

sehingga pahalanya berlipat ganda

Adalah para penyair dengan kecintaannya dalam menulis puisi selalu ingin memberikan atau

mempersembahkannya kepada kita sebagai pembaca dengan ikhlas tanpa pamrih ( terlepas dari

motivasi ingin mendapatkan honor dari redaksi media yang memuat karyanya ). Bagi mereka yang

penting terus berkarya, mendaki ke puncak kreativitas atau meraih kesuksesan sehingga namanya

menjadi besar dan terkenal. Mungkin satu -satunya “ imbalan” bagi mereka adalah kepuasan batin

yang mereka rasakan setelah karyanya dimuat atau dipublikasikan.

Dengan mengerahkan segenap usaha dan kemampuannya, para penyair memberi kita sesuatu yang

mungkin lebih berharga ketimbang sedekah berupa materi ( uang ). Di balik kreativitasnya dalam

mengolah kata dan rasa, kapasitas wawasan dan pengetahuannya dalam banyak hal , penyair sering

kali mengajak kita untuk menjadi orang “ lurus” , memberi kita pesan – pesan moral , hal – hal yang

hakiki dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di balik keindahan puisinya sebagai karya seni.

Semua itu dilakukan para penyair dengan tulus dan ikhlas. Maka dalam konteks ini, istilah “ sedekah

puisi” yang dilakukan para penyair “ sudah ada” sejak para penyair dan puisi itu sendiri ada ( kalau

memang mau menggunakan istilah sedekah ).

Adalah Rg.Bagus Warsono yang “menggali” istilah sedekah puisi mencuat ke permukaan karena

terinspirasi dengan datangnya bulan Ramadan , mengharapkan dan menyulut semangat para

penyair untuk menulis puisi di bulan Ramadan sebagai sedekah melanjutkan rutinitas keberadaan

Tadarus Puisi. Dengan tema sedekah puisi diharapkan penyair menulis dengan ikhlas sebagai

sedekah yang tentu saja insya Allah mendapat pahala yang berlipat ganda.

Sastrawan – sastrawan terkenal sering kali disebut telah memberikan sumbangsih yang besar

terhadap bangsa dan negaranya juga terhadap kesusastraan dunia. Dalam hal ini bisa dikatakan

bahwa kata sumbangsih secara hakiki pengertiannya sangat identik dengan kata sedekah

Demikianlah, dengan tema sedekah puisi diharapkan para penyair dapat menulis dengan “pas”,

sesuai dengan situasi dan kondisi bulan Ramadan. Dan sebagaimana diucapkan oleh Rg Bagus

Warsono, tulisan ini juga dimaksudkan hanya sekadar mendukung tema Tadarus Puisi dalam antologi

puisi bulan Ramadan tahun ini.

Akhirnya saya menyampaikan salut kepada Rg Bagus Warsono atas ide – idenya yang selalu inovatif

meski pun terkesan “ nyeleneh” dan selamat berkarya kepada para penyair yang tergabung dalam

Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, semoga kesuksesan selalu menyertai kita. Aamiin YRA..

Kadipaten, 15 Ramadan 1443 H.






Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda