BELAJAR DARI WARTEG Rg Bagus Warsono
BELAJAR DARI WARTEG
Rg Bagus Warsono
Rakyat Indonesia awal tahun 2025 disuguhi berita Makan Siang Gratis yang kemudian berganti Makan Bergizi Gratis. Sebuah program pemerintah Prabowo Subiato yang disambut gembira oleh rakyat di pelosok negeri.
Kegembiraan rakyat itu karena Makan Bergizi Gratis bukan implementasi pengamalan amanat UUD 1945 Fakir miskin dipelihara Negar tetapi karena progran ini tidak hanya fakir miskin yang diberi makan tetapi semua anak sekolah dan tidak membedakan status sosial orang tua mereka.
Kegembiraan rakyat itu maklum adanya, karena telah bersifat umum di masyarakat di daerah seperti yang terjadi pada Bantuan Langsung Tunai (BLT), Pembagian Sembako atau Beras yang juga penerimanya tak hanya fakir miskin tetapi mereka yang memenuhi persyaratan administrasi.
Dan pada Makan Bergizi Gratis ini anak-anak yang bukan fakir miskin pun mendapat makan karena sasaran pemberiannya anak sekolah.
Penulis tidak faham apakah program hebat ini akan berjalan seterusnya hingga 5 tahun atau hanya untuk memenuhi janji kampanye presiden terpilih pada Pemilu Presiden lalu. Yang jelas Indonesia akan mencatat prestasi gemilang telah memberi makan anak seluruh Indonesia dari jumlah penduduk sekitar 275 juta lebih ini.
Ada satu hal yaitu pertanyaan penting dalam Makan Bergizi Gratis yaitu 'dapurnya bagaimana? Mengingat jumlah penerima Makan Bergizi Gratis begitu banyak. Nah pada pertanyaan ini mungkin sudah dipikirkan sebelumnya oleh penerintah. Yang jelas dapur memasak harus memiliki perbandingan ideal antara dapur dengan orang yang makan. Contoh di sebuah keluarga saja dapur besar dan kecil tergantung berapa orang yang makan. Tentu untuk memberi makan siswa dari beratus-ratus sekolah di setiap kabupaten diperlukan dapur ukuran besar yang banyak baik segi peruntukan berapa target yang makan dan produksi, jumlah juru masak dan pelayan yang mengantar makanan maupun segi peralatan dapur yang canggih serta tidak lupa dimana dapur harus belanja sayuran dan ikan ayam sekala besar. Ini baru di Sebuah Kabupaten
Label: artikel.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda